Inilah Jenis, Penyebab & Cara Mengatasi Keputihan

Inilah Jenis, Penyebab & Cara Mengatasi Keputihan

Setiap wanita pastinya pernah mengalami keputihan. Dimana hal satu ini ditandai dengan vagina mengeluarkan semacam lendir atau cairan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keputihan yang sangat mengganggu bagi kau wanita.

Untuk itu, di dalam pembahasan satu ini akan dikulik mengenai apa saja hal yang menjadi penyebab munculnya keputihan. Selain itu, anda pun juga perlu untuk mengetahui apa saja jenis dan juga bagaimana cara untuk mengatasinya. Berikut simak ulasannya.

Jenis Keputihan yang Perlu Anda Tahu

Jenis Keputihan yang Perlu Anda Tahu

Image Credit: Parenting.orami.co.id

Sebelum anda mengetahui penyebab dan cara mengatasi keputihan ini, maka anda pun juga perlu untuk tahu apa saja jenis dari keputihan. Ada bermacam macam warna dari keputihan, dimana setiap warna tersebut memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Pertama, jika anda mengalami keputihan yang berwarna dan memiliki bentuk seperti air, maka cairan encer tersebut menunjukkan bahwa anda terkena infeksi herpes.

Hal ini ternyata disebabkan adanya luka terbuka yang berada di dalam vagina. Ketika mengalami kondisi satu ini, maka anda biasanya akan merasa sedikit tidak nyaman. Dikarenakan cairan keputihan tersebut akan lebih banyak daripada biasanya. Kemudian yang kedua ada pula cairan yang lebih tebal dibandingkan dengan yang normal.

Cairan yang berlebihan tersebut merupakan salah satu efek dari adanya IUD, atau iritasi pada vagina. Sehingga nantinya akan menghasilkan cairan yang lebih banyak. Selain itu, jika anda merasa gatal pada daerah di sekitar vagina, hal ini bisa disebabkan kemungkinan adanya infeksi jamur. Untuk penyebab lainnya, dari cairan tebal adalah kehamilan. Untuk jumlahnya sendiri terkadang bervariasi dari bulan ke bulan. Hal ini tergantung dari keseimbangan hormon anda.

Untuk jenis yang ketiga yakni cairan berwarna hijau ke abu abuan dan berbusa. Cairan yang memiliki warna aneh ini biasanya akan disertai dengan sensasi terbakar dan bau amis. Hal ini merupakan infeksi ringan yang umum. Sehingga anda pun bisa mengobatinya dengan krim resep ataupun pil yang diresepkan oleh dokter setelah berobat. Meskipun tidak nyaman, namun hal ini akan membaik dalam beberapa hari setelah diobati.

Sedangkan untuk jenis keputihan yang keempat adalah memiliki cairan yang berwarna kuning. Pada umumnya hal ini ditandai dengan cairan yang memiliki bau tak sedap serta vagina akan terasa gatal dan sakit. Untuk itu, jika anda mengalami gejala demikian maka anda pun segera konsul ke dokter kandungan. Hal ini dikarenakan bisa saja merupakan gejala dari infeksi panggul, klamidia atau gonore.

Selanjutnya, jika anda mendapati keputihan yang anda alami memiliki darah di dalamnya, maka anda tak perlu terlalu khawatir. Hal tersebut dikarenakan bercak yang ada diantara periode menstruasi sangatlah umum terjadi ketika anda sedang mengalami keputihan dan mengunsumsi pil KB. Biasanya akan terdapat cairan coklat yang muncul setelah periode menstruasi anda. Hal ini ternyata disebabkan oleh darah kering.

Sehingga ketika anda mengalami kejadian keputihan yang ada darahnya, maka anda jangan keburu buru untuk panik. Namun, jika anda mengalami kejadian ini secara terus menerus maka anda pun bisa mengunjungi dokter kandungan untuk memilih alat kontrasepsi yang lain. Selain itu, dengan mengunjungi dokter kandungan maka nantinya dokter pun juga akan bisa melihat kemungkinan adanya infeksi, peradangan serviks, serta polip dan fibroid.

Untuk jenis keputihan yang keenam ini juga terdapat jenis yang memiliki warna seperti keju cottage. Jika anda mengalami keputihan dengan ciri yakni cairan putih yang berbentuk seperti gumpalan maka hal ini menandakan bahwa terdapat infeksi jamur di vagina anda. Hal ini dikarenakan jamur menyukai tempat yang hangat dan gelap serta lembab.

BACA:  15 Manfaat Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Bagi Kesehatan

Sehingga bagi anda yang mengalami infeksi jamur maka anda pun bisa menghindari untuk terlalu sering mengenakan celana ketat yang sintetis atau legging. Selain itu, anda pun harus segera mandi setelah berolahraga serta jangan menggunakan baju renang basah selama berjam jam. Tak hanya itu saja, faktor lain yang bisa menjadi pemicu timbulnya jamur adalah antiobiotik. Hal ini dikarenakan mampu untuk membunuh bakteri baik di dalam vagina.

Kemudian, untuk jenis yang ke tujuh adalah memiliki warna putih susu. Jika anda mengalami keputihan satu ini berarti jenis cairan ini termasuk sehat. Hal ini dikarenakan dari tengah hingga ke akhir siklus bulanan yang anda jalani, adanya cairan yang memiliki bentuk seperti krim ini merupakan akibat dari pelepasan progesteron.

Sedangkan untuk jenis yang terakhir adalah yang berwarna bening. Dimana mukosa elastis yang memiliki warna hampir mirip dengan putih telur yang mentah ini sebenarnya merupakan hal yang normal. Umumnya, cairan ini akan terlihat pada awal siklus yang anda jalani hingga menjelang ovulasi. Cairan yang memiliki bentuk lengket ini pun akan membantu anda untuk menarik sprema hingga ke dalam rahim anda nantinya.

Penyebab Terjadinya Keputihan

Penyebab Terjadinya Keputihan

Image Credit: Hellobacsi.com

Hal yang menyebabkan keputihan pada setiap wanita umumnya berbeda. Untuk keputihan ini sendiri bisa juga dikenali dengan berdasarkan warna dan jumlah cairan maupun tekstur cairan. Umumnya, keputihan yang normal terjadi yakni setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita tersebut mengalami siklus menstruasi untuk yang pertama kalinya.

Kondisi ini merupakan akibat dari perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Namun, tak hanya itu saja, seorang wanita juga bisa untuk mengalami keputihan diakibatkan oleh rangsangan seksual. Selain itu, juga bisa dikarenakan stres dan juga sedang menyusui. Ada pula beberapa hal lain yang juga bisa untuk menyebabkan seorang wanita mengalami keputihan.

Pertama adalah alergi. Jika anda mengalami alergi yang terdapat di area vagina maka hal tersebut tentu saja dapat menimbulkan keputihan. Pada umumnya, alergi tersebut dapat disebabkan oleh pembersih vagina, kondom dan juga pelumas serta sebagainya. Untuk itu,  untuk mengatasinya anda bisa menghentikan pemakaian dan segeralah untuk memeriksakannya ke dokter agar mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Selain itu, penyebab keputihan selanjutnya adalah kanker serviks. Kanker serviks sendiri merupakan salah satu penyakit serius yang diakibatkan oleh human papillomavirus atau HPV. Untuk gejala awal dari penyakit ini pun sulit dideteksi. Namun, fase awal yang kerap kali diabaikan oleh sebagian orang adalah keputihan. Keputihan yang diakibatkan oleh kanker serviks ini akan berwarna bening atau putih dengan tekstur cair. Tak jarang pula, bisa berwarna coklat dan disertai dengan darah.

Penyebab selanjutnya adalah vaginitis. Penyakit satu ini terjadi karena adanya peradangan pada vagina yang diakibatkan oleh infeksi. Peradangan tersebut terjadi dikarenakan kadar estrogen setelah menopause menjadi berkurang. Selain itu, juga bisa disebabkan oleh kelainan kulit. Sehingga vaginitis ini dapat dikatakan sebagai penyebab keputihan yang berlebih dan memiliki warna yang tidak normal.

Radang leher rahim atau yang sering kali juga disebut servisitis adalah sebuah peradangan yang terjadi pada bagian ujung bawah rahim yang dekat dengan bukaan vagina. Penyakit ini pun juga memicu timbulnya keputihan yang berlebih. Sehingga hal ini pun dapat menjadi tanda sedang terjadinya radang pada leher rahim.

BACA:  15 Manfaat Buah Plum untuk Diet dan Kesehatan yang Perlu Diketahui

Selain itu, penyakit radang panggul pun juga dapat menyebabkan keputihan. Hal ini terjadi dikarenakan infeksi yang ditularkan lewat seks tanpa kondom. Dimana menyebar dari vagina ke rahim, ovarium, dan saluran tuba. Radang panggul pada wanita ini dapat membuat keputihan yang berlebih dengan berbau tidak sedap dan juga warna yang tidak biasa.

Keputihan pun juga dapat disebabkan karena penggunaan alat kontrasepsi. Penggunaan AKDR atau alat kontrasepsi pada rahim ini juga bisa menyebabkan wanita menjadi menderita keputihan yang berlebih. Hal tersebut disebabkan karena respons tubuh terhadap adanya benda asing. Biasanya untuk keputihan yang disebabkan karena hal ini tidak memiliki bau dan juga disertai dengan nyeri panggul dan gatal.

Kemudian, penyebab keputihan selanjutnya adalah dikarenakan gonore. Gonore sendiri merupakan salah satu penyakit kelamin yang bisa menyebabkan keputihan menjadi tidak normal. Ketika anda mengidap penyakit ini, maka nantinya anda pun akan mengalami keputihan yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Untuk itu, anda pun perlu untuk berkonsultasi ke dokter mengenai penyakit ini.

Penyebab keputihan yang tidak normal berikutnya adalah klamidia. Penyakit satu ini merupakan salah satu bentuk infeksi bakteri yang bisa menular melalui hubungan seks. Untuk gejala yang muncul adalah biasanya yakni terasa sakit ketika buang air kecil dan mengalami keputihan secara terus menerus. Untuk mencegah penyakit ini adalah dengan tidak bergonta ganti pasangan seks.

Selanjutnya, penyakit trichomoniasis juga bisa menyebabkan keputihan yang memiliki warna kuning, hijau dan juga bau tidak sedap yang menyengat. Penyakit satu ini pun dapat ditularkan melalui adanya kontak seksual dan penggunaan handuk secara bergantian. Menurunnya sistem kekebalan tubuh, seperti HIV pun juga bisa menimbulkan keputihan pada wanita.

Selain itu, terlalu sering membersihkan area kewanitaan anda dengan menggunakan semprotan air juga bisa memicu terjadinya keputihan pada wanita. Tak hanya itu saja, jika anda menggunakan sabun maupun losion ke area kewanitaan yang mengandung parfum atau pun pewangi maka hal ini juga tentu saja akan bisa untuk menyebabkan keputihan di vagina anda.

Cara Untuk Mengatasi Keputihan

Cara Untuk Mengatasi Keputihan

Image Credit: Hellosehat.com

Setelah anda mengetahui apa saja yang menyebabkan keputihan beserta jenisnya, maka anda pun perlu tahu tentang bagaimana cara untuk mengatasinya. Ada beberapa hal yang bisa untuk anda lakukan diantaranya adalah dengan mengganti alat KB. Hal ini dikarenakan keputihan bisa terjadi akibat penggunaan KB yang tidak cocok. Sehingga ketika anda mengalami kejadian tersebut, maka anda pun perlu untuk berkonsultasi kepada dokter.

Selain itu, jika keputihan tetap berlanjut maka disarankan anda juga bisa untuk melakukan terapi hormon. Hal ini dikarenakan keputihan yang berlebih juga bisa terjadi ketika wanita telah mengalami masa menopause. Untuk itu, salah satu pengobatan yang bisa untuk dilakukan adalah dengan melakukan terapi hormon. Terapi ini bisa berupa obat yang diminum langsung maupun disuntikkan di vagina anda.

Untuk mengatasi keputihan, anda pun juga bisa mengonsumsi obat antijamur. Nantinya dokter akan meresepkan obat antijamur, jika keputihan yang anda alami disebabkan oleh infeksi ragi, sebut saja seperti Candidiasis. Dimana untuk obat jamur yang biasanya dikonsumsi adalah miconazole, terconazole, dan juga flucanazole. Obat tersebut dapat berupa tablet maupun krim.

BACA:  15 Manfaat Teh Hijau Bagi untuk Kecantikan & Kesehatan

Tak hanya obat anti jamur saja, keputihan ini pun juga bis diatasi dengan mengonsumsi obat antibiotik. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menghilangkan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Nantinya, dokter akan memberikan satu dosis antibiotik yang harus untuk anda minum setiap harinya. Untuk jenisnya sendiri tergantung dengan bakteri yang menjadi penyebabnya.

Untuk itu, nantinya anda pun tak akan mendapatkan obat minum saja. Hal ini dikarenakan nantinya dokter pun akan bisa meresepkan antibiotik dalam bentuk gel, krim, maupun salep yang bisa untuk anda oleskan secara langsung kepada vagina anda yang mengalami keputihan. Sehingga hal tersebut tentu saja dapat menjadi salah satu cara untuk mengasi keputihan yang anda hadapi.

Untuk mengatasi keputihan secara sederhana, maka hal ini pun juga bisa untuk anda lakukan di rumah. Sehingga, selain anda berobat ke dokter, keputihan sendiri sebenarnya bisa untuk anda atasi dengan cara mengubah kebiasaan dan memperhatikan ketika merawat kebersihan organ kewanitaan anda. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa untuk anda lebih perhatikan.

Dimana diantaranya adalah ketika anda selesai menggunakan toilet, maka anda pun wajib untuk membersihkan organ intim secara ke depan dan ke belakang. Hal tersebut tentu saja dapat membantu anda untuk mencegah masuknya bakteri dari daerah dubur ke dalam vagina anda. Selain itu, anda pun juga bisa untuk mengenakan celana dalam yang memiliki bahan katun, terutama pada siang hari.

Hal tersebut bertujuan agar nantinya area genital anda bisa bernafas jika menggunakan bahan yang terbuat dari katun. Selain itu, anda pun juga perlu untuk membiasakan untuk tidak menggunakan celana dalam di malam hari dan mulai menghindari untuk menggunakan celana ketat, pakaian renang, celana pendek untuk bersepeda dan juga pantyhouse untuk waktu yang lama.

Anda pun  juga bisa untuk memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk organ intim anda. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa alat kontrasepsi yang bisa membuat vagina menjadi bermasalah. Untuk hal satu ini, maka anda pun bisa mengkonsultasikannya ke dokter. Selain itu, anda juga bisa untuk mengganti deterjen maupun pelembut pakaian yang anda gunakan, apabila hal tersebut dapat mengganggu area genital anda.

Selanjutnya, anda pun juga bisa untuk menghindari penggunaan sabun di dalam vagina anda. Tak hanya itu saja, ana pun juga perlu untuk menghindari penggunaan semprotan higienies feminin, tisu toilet yang berwarna atau wangi dan juga pembalut deodoran secara berlebihan. Hal ini tentu saja agar mencegah anda untuk terkena keputihan di area kewanitaan anda.

Anda juga perlu untuk menghindari mandi atau berendam dengan air busa yang terlalu lama. Anda pun juga perlu untuk membiasakan untuk mandi setiap hari. Setelah mandi, maka anda pun bisa mengusahakan untuk mengeringkan vagina hingga benar benar kering. Cara yang bisa untuk anda lakukan adalah dengan ditepuk tepuk secara perlahan dengan menggunakan handuk yang lembut.

Untuk itu, sebagai wanita anda pun perlu untuk menjaga alat kewanitaan anda agar tetap sehat. Hal ini bertujuan agar anda nantinya bisa terhindar dari penyakit kulit dan juga keputihan yang berlebihan. Sehingga ketika anda telah mengetahui bagaimana penyebab dan juga jenis yang terjadi pada keputihan, maka ketika anda mengalami hal demikian maka anda pun nantinya akan paham bagaimana cara untuk mengatasinya.