Mengenal Behel Gigi: Jenis, Prosedur, Manfaat & Resiko

Mengenal Behel Gigi: Jenis, Prosedur, Manfaat & Resiko

Demi menjaga penampilan agar selalu menarik, tidak jarang orang melakukan usaha apapun untuk mendapatkannya. Dalam hal gigi misalnya, saat ini ada sebuah metode yang dikenal sebagai Behel gigi. Bukan digunakan untuk memutihkan gigi seperti halnya Bleaching gigi, melainkan untuk membuat gigi lebih rata.

Metode ini menggunakan kawat khusus yang terpasang di gigi. Jangka waktu yang diperlukan tergantung dari kondisi gigi semula dan tingkat pencapaian nya. Namun rata-rata menggunakan behel bisa sampai berbulan-bulan dengan perawatan rutin yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

Pada umumnya, cara meratakan gigi dengan metode ini lebih disarankan bagi anak yang sudah memiliki gigi permanen. Bukan tanpa alasan, pada usia anak lebih mudah membentuk gigi rata karena tulangnya belum terlalu kaku jika dibandingkan dengan dewasa. Namun pada kenyataannya, cara ini lebih banyak dilakukan oleh usia dewasa.

Mengenal Behel Gigi

Mengenal Behel Gigi
Image by Fdcdentalclinic.co.id

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Behel gigi merupakan cara untuk meratakan gigi agar penampilan terlihat lebih menarik. Pada umumnya, mereka yang menggunakan behel memiliki gigi yang kuang rapat, tidak rata, dan bahkan ada sebagian gigi yang maju ke depan.

Akan tetapi ada juga yang menjadikannya sebagai hiasan, meskipun sebenarnya sudah memiliki gigi yang bagus. Orang-orang seperti ini mungkin tingkat kepercayaan dirinya kurang, jadi menggunakan sesuatu yang bisa membuatnya lebih yakin dalam hal penampilan.

Alasan lain kenapa harus menggunakan behel diantaranya adalah gigi yang menumpuk dan berdesakan, dan juga masalah rahang yang tidak sempurna atau memiliki kelainan. Prosedur ini hanya bisa dilakukan dengan dokter atau ahli, anda tidak bisa melakukannya sendiri di rumah. Demikian juga dalam hal perawatan ruin yang juga harus dilakukan di klinik atau rumah sakit tempat anda memasangnya.

Jenis Behel Gigi

Jenis Behel Gigi
Image by Kompas.com

Jenis Behel gigi cukup banyak, tergantung dari perawatan atau bentuk gigi sebelumnya. Maksudnya, dokter akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai kondisi gigi sebelum dipasang kawat. Jika sudah diteliti, maka dokter spesialis akan menentukan jenis behel atau kawat gigi yang cocok digunakan.

1. Behel Permanen

Meskipun dikatakan permanen, namun tetap saja bisa dilepas jika anda sudah mendapatkan hasil sesuai keinginan. Permanen yang dimaksud yaitu tidak bisa dilepas dan dipasang sesuka hati. Anda harus melakukan hal tersebut dengan dokter yang memasangnya. Jenis behel gigi ini berupa kotak kecil yang dilekatkan pada gigi.

BACA:  10 Cara Mudah Menghilangkan Stretch Mark Secara Alami

Setiap kotak dikaitkan dengan kawan sebagai penyangga dan juga untuk meratakan gigi. Pada umumnya, bahan yang digunakan dari logam steril dan tumpul sehingga aman ketika digunakan. Namun saat ini banyak bermunculan bahan lain, seperti keramik dan plastik transparan. Jika dibandingkan dengan logam, harga behel transparan jauh lebih mahal harganya.

2. Kawat Gigi Lepas dan Pasang

Berikutnya ada kawat gigi lepas pasang, atau bisa juga dikatakan tidak permanen. Jenis behel gigi ini bisa dilepas kapan saja anda mau. Misalkan jika ingin menggosok gigi, membersihkan mulut, atau bahkan ketika sedang makan. Meski demikian, tidak disarankan terlalu sering melepas dan memasangnya, karena hasil yang didapatkan kurang maksimal.

Berbeda dengan jenis permanen diatas, bahan yang digunakan untuk jenis kali ini seringkali terbuat dari plastik. Bentuknya mirip penampang cukup lebar sehingga bisa menutup mulut bagian atas. Penggunaan jenis kawat gigi ini lebih digunakan untuk tujuan gigi bengkok atau masalah yang tidak urgent lainnya.

3. Behel Gigi Fungsional

Behel gigi fungsional hampir mirip dengan kawat gigi lepas pasang dalam hal pemakaian dan bahannya. Namun untuk bentuk dan fungsinya berbeda. Jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengatasi masalah rahang, misalnya posisi rahang tidak sejajar dengan gigi. Anda juga bisa melepas behel jenis ini, namun tidak disarankan karena akan mengurangi hasilnya.

4. Kawat Gigi Tembus Pandang

Jenis berikutnya ada kawat gigi tembus pandang yang juga dikenal sebagai clear aligner. Hampir mirip dengan kawat gigi permanen transparan, akan tetapi fungsinya jauh berbeda. Jenis kali ini lebih dikhususkan bagi mereka yang mengalami gangguan pertumbuhan gigi dan gusi. Fungsi utamanya sebagai pelindung gigi sehingga harganya lebih mahal jika dibandingkan jenis lainnya.

5. Retainer

Jenis behel gigi yang terakhir yakni Retainer yang digunakan sebagai langkah akhir melakukan prosedur pererataan gigi. Sebenarnya tidak wajib, namun sangat disarankan karena memiliki fungsi untuk mencegah posisi gigi kembali seperti semula. Anda bisa memilih yang bersifat permanen atau lepas pasang, tergantung dari kebutuhan.

Prosedur Behel Gigi

Prosedur Behel Gigi
Image by Sehatq.com

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pemasangan kawat gigi harus dilakukan dengan dokter spesialis, yaitu ortodontis. Awalnya dokter menanyakan beberapa keperluan dan juga keluhan dari pasien terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menentukan jenis behel gigi yang cocok digunakan.

Pada umumnya, anda akan menjalani beberapa pemeriksaan, seperti gigi, rahang, dan juga mulut. Tidak sedikit dilakukan foto rontgen untuk melihat struktur gigi dan rahang, kemudian akan dilakukan tindak lanjut yang tepat. Untuk langkah terakhir dengan tujuan menentukan jenis kawat gigi yang akan digunakan nantinya, dokter menyuruh anda menggigit sebuah cetakan khusus.

BACA:  10 Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami dan Sehat

Pada kasus tertentu, mungkin ada langkah yang diambil dengan mencabut beberapa gigi jika kondisinya kurang baik. Tidak perlu khawatir tentang hal ini karena prosedur dilakukan secara profesional. Jika dirasa semuanya sudah memenuhi syarat, ortodontis akan melanjutkan dengan pemasangan behel gigi.

Langkah pemasangan gigi bukanlah yang terakhir, namun tetap harus menjalani pemeriksaan dalam waktu yang ditentukan. Pada umumnya, membutuhkan waktu satu bulan sekali untuk memeriksa dan melihat kemajuan dari metode perataan gigi ini. Akan tetap jika kurang dari waktu yang ditentukan ada keluhan, anda bisa datang sendiri sewaktu-waktu.

Proses perawatan bertujuan untuk melihat kondisi saat itu. Jika kawat tidak lagi terlalu ketat, artinya ada kemajuan pada gigi anda. Untuk itulah diperlukan lagi penarikan supaya gigi lebih rata sesuai dengan hasil yang diinginkan. Apabila kondisi gigi semula tidak terlalu parah, mungkin hanya diperlukan waktu dengan hitungan bulan saja. Lain halnya jika gigi dalam kondisi tidak rata sepenuhnya, mungkin butuh waktu tahunan untuk meratakannya.

Manfaat Behel Gigi

Manfaat Behel Gigi
Image by Kompas.com

Jika anda bertanya mengenai manfaat behel gigi, tentunya cukup banyak dan tidak hanya sebatas untuk meratakan gigi. Dengan alasan inilah banyak orang yang rela mengeluarkan uang demi menggunakannya. Meskipun harganya tergolong mahal untuk jenis tertentu, namun jika dilihat dari manfaatnya, wajar saja jika banyak yang menggunakannya.

✦ Mencegah Penyakit Gusi

Pemasangan kawat gigi tidak hanya untuk merapatkan kondisi gigi yang sebelumnya renggang, namun juga sebaliknya. Ketika kondisi gigi merata, tidak sedikit yang mendapatkan manfaat gusi lebih sehat. Hal ini terutama dirasakan bagi mereka yang mempunyai gigi terlalu rapat. Setelah gigi menjadi sedikit renggang, aktivitas gogok gigi lebih mudah untuk membersihkan sela yang sebelumnya sulit dijangkau.

✦ Mencegah Kerusakan Gigi

Masih berhubungan dengan aktivitas membersihkan gigi dengan menggosok nya. Manfaat lain yakni mencegah kerusakan gigi bagi yang sebelumnya mempunyai gigi tidak merata dan menumpuk. Jenis gigi tersebut lebih mudah dijadikan tempat bersarang nya kuman sehingga kesehatan gigi terganggu, salah satunya mengakibatkan kerusakan.

Ketika anda menggunakan behel gigi dan sukses membuat gigi lebih rata. Sekali lagi aktivitas gosok gigi lebih mudah menjangkau setiap sudut gigi. Bahkan sikat yang digunakan mampu membersihkan hampir semua sudut gigi sehingga tidak ada bakteri yang menumpuk dan merusak lapisan enamel.

✦ Mencegah Gigi Berlubang

Membersihkan mulut an gigi yang tidak tuntas dapat menyebabkan berbagai gangguan gigi, seperti gigi berlubang. Pada umumnya, kuman yang bersarang pada gigi akan mengakibatkan banyak kerusakan dan membuat lapisan enamel hilang. Menggunakan pasta gigi khusus nyatanya tidak terlalu membantu jika kuman sudah teranjur menumpuk.

BACA:  5 Rekomendasi Vitamin B Complex yang Bagus

Tidak banyak yang tau ternyata manfaat behel gigi selanjutnya dapat menghindari gigi berlubang. Hal ini dikarenakan kotoran sisa makanan atau minuman dapat lebih mudah dibersihkan ketika memiliki kondisi gigi rata. Tidak sulit membersihkan gigi dengan kondisi ini, bahkan tidak perlu obat kumur dalam membersihkannya.

✦ Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Banyak orang yang minder karena memiliki gigi tidak rata, baik terlalu renggang atau menumpuk. Kondisi ini secara otomatis menurunkan rasa percaya diri ketika harus berhadapan dengan orang lain. Jangankan untuk bicara, terkadang untuk senyum saja susah dan merasa malu

Menggunakan kawat gigi dengan hasil dapat meratakan gigi terbukti dapat meningkatkan percaya diri mereka. Bahkan ada seseorang yang memasang kawat gigi hanya untuk trend, meskipun telah memiliki gigi rata.

Resiko Menggunakan Behel Gigi

Resiko Menggunakan Behel Gigi
Image by Klikdokter.com

Dibalik banyaknya manfaat yang didapatkan, ternyata ada resiko behel gigi yang harus anda ketahui. Penting untuk mengetahuinya karena anda bisa membandingkan apakah manfaatnya setara dengan risiko yang akan dihadapi nantinya.

1. Sakit atau Nyeri

Tidak dapat di pungkiri bahwa prosedur untuk meratakan gigi dengan kawat mengakibatkan rasa nyeri pada bagian gigi, rahang, dan juga mulut. Kondisi ini wajar dan pasti terjadi karena proses pergeseran gigi pada gusi. Pada umumnya, pasien akan merasakan kondisi ini dalam waktu cukup lama, rata-rata 2 – 3 minggu.

Untuk mengatasi rasa nyeri, dokter memberikan obat khusus dengan bahan paracetamol atau ibuprofen. Obat tersebut membantu meredakan nyeri meskipun sementara. Supaya nyeri tidak berlangsung lama, ada baiknya jika anda mengonsumsi makanan lunak untuk sementara selama proses pemasangan kawat gigi.

2. Akar Gigi Memendek

Resiko behel gigi selanjutnya yakni akar gigi yang akhirnya memendek. Hal ini dikarenakan tekanan yang terjadi oleh kawat gigi pada prosedur yang dilakukan. Bukan hanya itu, akar gigi kemungkinan kurang kuat atau kurang kokoh karena terjadi pergeseran setiap kali mengencangkan kawat gigi.

3. Hasil tidak Permanen

Perlu diketahui, gigi rata yang dihasilkan oleh pemasangan kawat gigi tidaklah permanen. Dalam jangka waktu tertentu, gigi akan bergeser dan kembali seperti semula. Oleh sebab itulah disarankan tetap menggunakan retainer ketika proses perataan gigi telah berhasil. Meskipun menggunakan retainer tidak menjamin hasil permanen, namun setidaknya dapat memperlambat kondisi gigi kembali seperti semula.

Setelah dan mengetahui seputar behel gigi, mulai dari prosedur, manfaat hingga risikonya, tidak ada salahnya untuk menggunakannya sebagai metode meratakan gigi. Namun perlu diingat, selama pemasangan kawat tersebut, hindari makanan keras dan lengket, minuman manis, dan rutin membersihkan gigi dengan sikat berbulu halus.