10 Penyebab & Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda

Penyebab Hamil Diluar Kandungan, Tanda & Gejalanya

Salah satu hal yang lumrah bagi wanita hamil adalah mengalami keputihan. Bahkan menurut beberapa sumber, peningkatan jumlah atau intensitas keputihan bisa menjadi pertanda awal bahwa wanita sedang mengandung. Akan tetapi bagi sebagian wanita dengan kondisi hamil muda, keputihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan sekaligus minder dengan pasangan.

Keputihan merupakan cairan yang keluar dari leher rahim hingga kebagian alat vital. Pada umumnya berwarna putih, hijau, atau abu-abu jika dalam kondisi normal. Baunya ringan dan tidak begitu menusuk dengan bentuk mirip lendir. Adanya keputihan disebabkan sisa carian dari rahim, bakteri, dan sel kulit mati yang terbawa oleh proses reproduksi atau metabolisme.

Banyak faktor dan penyebab keputihan saat hamil muda atau dalam keadaan normal. Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika warnanya masih normal dengan bau yang ringan. Hanya saja ketika anda menemukan warna sedikit kemerahan atau hijau pekat hal tersebut perlu diwaspadai dan harus ditindaklanjuti.

Penyebab Keputihan Saat Hamil Muda

Penyebab Keputihan Saat Hamil Muda
Image by Klikdokter.com

Memang masalah keputihan bisa dikatakan normal, akan tetapi dalam beberapa kasus tidak boleh dianggap remeh karena dapat membahayakan ibu dan janin. Ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab keputihan saat hamil muda. Dengan demikian, paling tidak anda bisa meminimalkan terjadinya gangguan tersebut

✦ Peningkatan Hormon Estrogen

Hormon estrogen mempunyai peran penting dalam pertumbuhan reproduksi wanita dan sekaligus perkembangan karakteristik mereka. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal, pada wanita normal dihasilkan oleh ovarium, sedangkan pria dihasilkan testis. Akan tetapi berbeda jika sedang kondisi hamil, Estrogen lebih banyak diproduksi plasenta.

Peningkatan kadar hormon inilah yang menjadi penyebab utama keputihan pada wanita ketika sedang hamil. Seiring dengan peningkatan hormon tersebut, aliran darah pada daerah panggul juga semakin meningkat dan dapat merangsang selaput lendir.

✦ Peningkatan Hormon Progesteron

Selain hormon Estrogen, hormon Progesteron juga mempunyai peran peting dalam hal pembentukan karakteristik wanita. Hormon ini membentuk payudara pada wanita, mematangkan rahim, dan menumbuhkan bulu di beberapa bagian tubuh. Meningkatnya hormon progesteron juga menjadi salah satu penyebab keputihan saat hamil muda yang sering terjadi.

BACA:  15 Manfaat Hydromamma untuk Ibu Hamil & Menyusui

Penyebab ini masih dikatakan normal dan kebanyakan cairan yang keluar berwarna putih atau hijau terang. Untuk baunya juga masih normal dan tidak bisa dikatakan sebagai gangguan kehamilan yang dapat membahayakan ibu dan janin.

✦ Adanya Infeksi Vagina

Meskipun jarang terjadi pada wanita hamil, namun penyebab keputihan karena infeksi perlu diwaspadai. Pasalnya, penyebab keputihan ini bisa membahayakan wanita yang sedang mengandung. Selain itu, bisa saja membahayakan janin jika tidak ditangani dengan segera. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur yang ada di vagina.

Ciri keputihan yang diakibatkan infeksi jamur atau bakteri ini pada umumnya berwarna hijau pekat dengan bau menyengat. Tidak bisa dikatakan normal karena mengganggu keseimbangan bakteri pada vagina. Maka dari itu, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat atau penjelasan bagaimana cara mengatasinya.

✦ Perubahan Struktur Serviks

Serviks atau yang lebih dikenal dengan leher rahim merupakan saluran yang menghubungkan antara vagina dengan rahim. Pada wanita hamil, perubahan serviks pasti terjadi. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi lendir lebih banyak dari kondisi normal. Lendir yang tidak diserap dengan baik menjadi salah satu penyebab keputihan saat hamil muda.

✦ Mengidap Penyakit Klamidia

Penyebab lain yang mungkin saja terjadi adalah karena wanita hamil mengidap penyakit kelamin, salah satunya adalah Klamidia. Sebagian kasus, pengidap Klamidia tidak merasakan gejala berarti dan menganggap dirinya dalam keadaan normal. Pada umumnya, keputihan yang terjadi karena penyebab ini disertai dengan nyeri di bagian pinggul dan perut.

✦ Herpes Genital

Salah satu penyebab keputihan yang harus diwaspadai adalah Herpes Genital. Bagi laki-laki atau perempuan dewasa, penyakit ini tidak begitu berbahaya, meskipun mudah menular. Akan tetapi berbeda jika pengidap sedang dalam kondisi hamil, dimana kemungkinan besar menular pada bayi yang dikandungnya.

Keputihan yang disebabkan virus Herpes Genital pada umumnya berwarna hijau atau putih. Namun ada ciri khasnya, yakni terdapat lepuh pada cairan tersebut dan juga di sekitar alat kelamin. Mengingat penyakit ini mudah menular, sebaiknya selalu memantau perkembangan usia kehamilan dan selalu konsultasi dengan dokter.

✦ Trikomoniasis

Penyakit seksual menular lain yang menjadi penyebab keputihan saat hamil muda adalah Trikomoniasis. Hampir sama dengan Klamidia, pengidap tidak merasakan gejala apapun pada tubuhnya. Namun anda bisa melihat dari ciri cairan yang keluar dari vagina dengan warna hijau, putih, kebiruan, dan mempunyai bau tidak sedap.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Hanya saja yang paling rentan tertular parasit trichomonas vaginals adalah wanita. Hal ini disebabkan karena parasit tersebut tumbuh subur di daerah lembap, seperti vagina dan vulva.

✦ Kanker Serviks

Wanita hamil dengan kondisi mengidap kanker serviks lebih rentan mengalami keputihan. Tidak jauh berbeda dengan penyebab lain dalam hal cirinya, yaitu warna kehijauan, atau putih dengan bau busuk dan menyengat. Kanker serviks sendiri termasuk salah satu jenis kanker yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

BACA:  20 Camilan & Makanan Sehat yang Layak Dikonsumsi Ibu Hamil

✦ Penyakit Kelamin Gonore

Berikutnya adalah Gonore yang juga menjadi penyebab keputihan saat hamil muda. penyakit dengan ciri kencing nanah ini disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae. Seperti halnya gangguan penyakit kelamin lainnya, Gonore mudah menular bagi siapa saja yang berhubungan tanpa menggunakan pengaman.

Parahnya, penyakit ini juga dapat menyerang daerah bubur, uretra, serviks, dan bahkan tenggorokan. Ketika bakteri menyerang serviks atau leher rahim, maka kemungkinan menyebabkan cairan atau lendir yang keluar berbau busuk dan menyengat. Inilah yang dinamakan dengan keputihan yang dialami wanita hamil.

✦ Stress

Wanita yang sedang hamil dan mengalami gangguan stress atau pikiran yang tidak stabil juga rentan mengalami keputihan. Stress dapat meningkatkan berbagai hormon tubuh meningkat, termasuk hormon estrogen dan Progesteron. Untuk itulah semua dokter atau pakar konsultan kehamilan menyarankan ibu hamil agar tidak terlalu stress.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda
Image by Popmama.com

Beberapa penyebab keputihan saat hamil muda yang telah disebutkan diatas memang tidak dapat dihindari. Namun bukan berarti tidak dapat diatasi ketika anda sedang mengalaminya. Beberapa cara mengatasi keputihan saat hamil muda berikut mungkin bisa membantu anda!

1. Bersihkan Vagina Secara Teratur

Bersihkan Vagina Secara Teratur
Image by Farmaku.com

Tidak terlalu sulit sebenarnya bagaimana cara mengatasi atau meminimalkan risiko terjadinya keputihan. Dengan menjaga kebersihan, kemungkinan anda bisa terhindar dari gangguan tidak menyenangkan tersebut. Salah satunya adalah dengan rutin membersihkan vagina setelah buang air kecil, dan membersihkan anus dengan benar setelah buang air besar.

2. Menjaga Daerah Vagina Selalu Kering

Menjaga Daerah Vagina Selalu Kering
Image by Sehatq.com

Bagi anda yang memiliki aktivitas padat dan sering berkeringat, ada baiknya mengganti pakaian secara rutin, terutama untuk pakaian dalam. Kondisi lembap dan berkeringat dapat memicu terjadinya keputihan. Selain itu, segera ganti pakaian setelah anda berenang atau aktivitas lain yang membuat tubuh dan bagian vagina menjadi basah. Sebelumnya, pastikan telah membersihkan daerah vital tersebut.

3. Gunakan Kondom

Gunakan Kondom
Image by Alodokter.com

Cara yang paling aman agar tidak tertular penyakit kelamin berbahaya adalah selalu menggunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan. Cara ini ternyata efektif untuk menghindari keputihan bagi wanita hamil. Selain itu, penting sekali untuk setiap pada pasangan dan berganti-ganti.

4. Hindari Menggunakan Pembalut

Hindari Menggunakan Pembalut
Image by Sajiansedap.grid.id

Cara mengatasi keputihan saat hamil muda berikutnya yakni menghindari penggunaan pembalut. Pada umumnya, wanita hamil tidak memerlukan fungsi dari pembalut karena tidak terjadi menstruasi. Hanya saja sebagian orang menggunakannya untuk membersihkan daerah vital. Pembalut dengan kandungan pewangi atau parfum lebih besar kemungkinannya menyebabkan keputihan.

BACA:  Hiperemesis Gravidarum - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

5. Hindari Menggunakan Celana Ketat

Hindari Menggunakan Celana Ketat
Image by Nakita.grid.id

Wanita yang memprioritaskan penampilan kadang susah diatur. Meskipun dalam kondisi hamil, tidak sedikit yang tetap menggunakan celana ketat. Padahal hal tersebut memicu tubuh mudah mengeluarkan keringat. Pada saat kondisi vagina lembap, cairan lebih mudah keluar dan dapat mengakibatkan keputihan.

6. Hindari Douching

Hindari Douching
Image by Klikdokter.com

Masih berhubungan dengan kelembapan yang mengakibatkan bakteri dan jamur tumbuh subur. Sebisa mungkin, hindari douching atau pembasahan pada daerah vagina. Semakin sering anda melakukannya, semakin besar kemungkinan terjadi keputihan. Hal ini dikarenakan kondisi di daerah vital tersebut selau lembap sehingga jamur mudah berkembang.

7. Gunakan Panty Liner

Gunakan Panty Liner
Image by Hipwee.com

Panty liner bisa digunakan sebagai cara mengatasi keputihan saat hamil muda. Fungsi dari benda tersebut sebenarnya hampir mirip dengan pembalut, hanya saja bentuknya lebih kecil dan tipis. Manfaat menggunakan panty liner pada umumnya dapat menegah noda pada celana dalam. Bagi wanita hamil, keberadaannya mampu menyerap cairan lebih baik.

8. Selalu Menjaga Vagina Tetap Kering

Selalu Menjaga Vagina Tetap Kering
Image by Klikdokter.com

Tidak sulit melakukan cara atau tips yang dapat menyebabkan vagina tetap kering. Anda bisa menggunakan panty liner atau apapun yang steril. Pastikan bahan yang digunakan tidak mengandung pewangi atau bahan kimia berbahaya. Aktivitas ini bisa dilakukan kapan saja, baik setelah mandi, berenang, atau ketika berkeringat.

9. Gunakan Celana Dalam yang Nyaman

Gunakan Celana Dalam yang Nyaman
Image by Alodokter.com

Kenyamanan dalam menggunakan pakaian dalam sangat penting. Apabila anda memakai celana dalam dengan bahan yang panas, kemungkinan mudah mengakibatkan keringat. Selain menggunakan bahan yang nyaman dan enak dipakai, usahkan menggunakan celana dalam dengan bahan kain yang mudah menyerap keringat.

10. Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsi Makanan Sehat
Image by Jovee.id

Cara mengatasi keputihan saat hamil muda berikutnya bisa dilakukan dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat. Buah, sayur, dan daging adalah beberapa makanan yang tergolong menyehatkan. Ibu hamil perlu menjaga keseimbangan gizi dan protein, jadi jangan pernah mengabaikan cara ini.

Pastikan tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi, dimana dapat menyebabkan pertumbuhan jamur lebih cepat. Selain itu, mengkonsumsi gula berlebihan juga tidak baik karena membuat janin di dalam kandungan lebih besar dari ukuran normal. Tentunya hal ini akan menyulitkan proses persalinan jika sudah tiba waktunya.

11. Hindari Stress

Hindari Stress
Image by Orami.co.id

Dikatakan tadi bahwa salah satu penyebab keputihan saat hamil muda adalah stress. Untuk menghindarinya, tentu anda bisa menjauhkan diri dari pikiran labil tersebut. Berlibur adalah salah satu cara mengembalikan dan menyeimbangkan pikiran setelah sibuk dengan pekerjaan sehari-hari. Jika tidak, anda bisa tidur atau istirahat secukupnya.

Penyebab dan cara mengatasi keputihan saat hamil muda telah disebutkan secara terperinci. Artikel ini hanya sebagai referensi untuk menambah pengetahuan akan salah satu gangguan saat kehamilan tersebut. Untuk lebih baik dan lebih jelasnya, anda bisa konsultasi dengan dokter jika mengalaminya.