10 Penyebab & Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan Pada Wanita

10 Penyebab & Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan Pada Wanita

Bagi kaum hawa, rambut merupakan mahkota yang harus dijaga keindahannya. Masalah rambut kerap hadir dan membuat kaum hawa harus memperhatikannya dengan baik. Salah satu masalah yang sering menimba adalah kerontokan pada rambut. Kehilangan rambut setiap harinya memang bisa dikatakan normal jika jumlahnya hanya mencapai 50 hingga 100 helai saja setiap harinya. Jika lebih maka sudah bisa dikatakan sebagai kerontokan yang berlebihan.

Hal ini juga tidak terjadi tanpa penyebab, ada penyebab yang membuar rambut mengalami kerontokan yang berlebihan. Ada beberapa faktor yang membuat rambut terus rotok secara berlebihan setiap harinya. Kerontokan yang normal tidak akan membuat seseorang mengalami kebotakan karena akan ada rambut baru yang menggantikan. Akan berbeda jika kerontokkan terjadi berlebihan dan harus ada penanganan serius terkait masalah rambut satu ini. Oleh sebab itu, berikut disajikan 10 penyebab kdan cara mengatasi rambut rontok yang berlebihan.

1. Faktor Keturunan

Faktor Keturunan

Image Credit: Viva.co.id

Genetika atau keturunan memang kerap menjadi pemicu timbulnya berbagai hal yang terjadi pada tubuh. Begitu juga dengan kerontokan rambut yang berlebihan juga bisa disebabkan karena faktor keturunan. Faktor satu ini menjadi yang paling umum terjadi pda sebagian orang. Gen ini bisa diturunkan oleh salah satu pihak orang tua yang juga mengalami kerontokan rambut. Dan peluang untuk terjadi pada anda yang merupakan keturunannya juga bisa besar.

Perempuan yang memiliki penipisan rambut dikarenakan genetik atau disebut androgenetic alopecia akan cenderung mengalami penipisan pada garis rambut. Meskipun kondisi penipisan ini biasanya akan timbul pada usia 50 hingga 60 tahun, namun tidak menutup kemungkinan jika gejala sudah akan timbul pada usia 20 tahunan. Semua kembali lagi pada masing masing individu apakah bisa merawat rambut untuk menurunkan resiko tersebut.

Bagi anda yang genetika kerontokan terjadi maka bisa dilakukan pencegahan yakni dengan mengkonsumsi obat penumbuh untuk rambut dengan dosis yang lebih kecil. Terdapat dua jenis obat yang bisa digunakan untuk memperbaiki adanya kerontokan rambut yakni finasteride dan juga minoxidil. Hanya saja sebelum anda memutuskan untuk mengkonsumsinya, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

2. Kondisi Kulit Kepala yang tidak Ternutrisi

Image Credit: Merdeka.com

Image Credit: Merdeka.com

Selain faktor genetika, kerontokkan yang berlebihan juga bisa disebabkan kulit kepala yang tidak dalam kondisi sehat. Hal ini seringkali tidak disadari oleh beberapa orang dan bahkan sudah merasa jika selama ini sudah melakukan banyak cara untuk memenuhi nutrisi. Perlu anda ketahui jika kulit kepala yang tidak dalam kondisi sehat bisa menyebabkan terjadinya peradangan.Kondisi ini nantinya akan berdampak rambut akan sulit tumbuh dengan baik.

Jika dibiarkan maka bisa menyebabkan rambut rontok, ketombe, psoriasis hingga dermatitis seboroik. Apabila penyebab rambut rontok yang ada alami adalah ketombe, maka harus melakukan penghentian terhadap ketombenya. Menggunakan sampo antiketombe yang didalamnya terdapat kandungan asal salisilat, tar, zinc pyrithione dan juga ketoconazole. Perawatan untuk ketombe juga bisa dilakukan dengan berbagai cara alami yang lainnya.

Sementara jika memang kerontokan benar terjadi karena nutrisi pada kulit kepala tidak sehat, maka anda wajib menjaga nutrisi kulit kepala. Langkah yang paling mudah tentunya dengan menggunakan sampo yang bisa menutrisi  rambut dan juga kulit kepala. Saat ini juga sudah banyak sampo yang menawarkan zat zat untuk membuat rambut dan kulit kepala ternutrisi secara menyeluruh dan juga bisa dikatakan paling praktis.

BACA:  10 Manfaat Kurma untuk Kulit dan Rambut yang Perlu Diketahui

Tidak hanya sampo, menutrisi rambut juga bisa dilakukan dengan menggunakan masker masker untuk rambut. Ada banyak bahan alami yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan anda. Pemakaian yang rutin dengan bahan alami dipercaya bisa membuat rambut lebih sehat. Meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun tidak ada salahnya dicoba mengingat bahan alami yang sesuai tidak akan menimbulkan efek samping.

Justru lebih baik menggunakan bahan bahan alami untuk menutrisi rambut anda. jika memang tidak ingin ribet, masker masker rambut juga bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan di salon anda juga bisa melakukan treatment untuk membuat rambut mendapatkan nutrisinya. Yang bisa anda lakukan selanjutnya untuk membuat rambut dan kulit kepala sehat adalah dengann mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan rambut anda.

3. Pasca Melahirkan

Pasca Melahirkan

Image Credit: Alodokter.com

Faktor ini juga banyak dialami oleh perempuan yang mengalami kerontokan rambut berlebihan setelah melahirkan. Memang kerontokan ini tidak terjadi begitu selesai melahirkan, namun umumnya terjadi setelah 3 bulan pasca melahirkan. Hal ini dipicu oleh perubahan hormon yang membuat rambut menjadi rontok. Pada saat kehamilan wanita cenderung akan memiliki rambut yang lebih sedikit kerontokan dan terasa tebal.

Karena kadar hormon estrogen yang terdapat di dalam tubuh mengalami  lonjakan sehingga membuat fase hidup rambut semakin panjang. Sementara untuk perempuan yang dalam pasca melahirkan produksi estrogen akan kembali pada siklus yang normal. Sehingga mempengaruhi jika siklus pertumbuhan rambut yang akan kembali pada siklus normal. Dari hal ini bisa disimpulkan jika memang kondisi rambut rontok setelah melahirkan adalah faktor hormon.

Jika anda mengalami hal ini maka langkah yang bisa anda tempuh adalah memperlakukan rambut dengan lebih lembut. Ada baiknya untuk menghindari menguncir, mengikat atau mengepangnya. Saat menyisirjuga sebaiknya dilakukan secara perlahan dan lembut apalagi saat kondisi rambut sedang basah. Kondisi setelah keramas ini adalah yang lebih rapuh dan juga rawan rontok. Penggunaan pengering rambut juga sebaiknya dikurangi saat dalam siklus ini.

Mengkonsumsi makanan sehat hingga vitamin juga bisa dilakukan untuk membuat kerontokan berlebihan bisa diminimalisir. Makanan sehat bisa berupa sayuran, susu dan telur atau yang mengandung nutrisi seperti zat besi, vitamin C, omega 3. Magnesium hingga vitamin D. Anda juga bisa menggunakan conditioner agar rambut lebih lembut dan juga mudah di atur. Hanya saja jika semakin membuat lepek sebaiknya dihentikan saja.

4. Terlalu Sering Menggunakan Pengering Rambut & Mewarnai Rambut

Mewarnai Rambut

Image Credit: Tbs.co.nz

Memang beraktivitas dengan kondisi rambut yang basah seringkali tidak disenangi sebagian orang. Terutama untuk perempuan yang mengenakan penutup kepala dalam kesehariannya. Sehingga mengeringkan rambut dengan bantuan hair driyer menjadi pilihan yang paling mudah. Rambut akan cepat kering sehingga bisa keramas kapan saja. Namun ternyata jika terlalu sering melakukannya bisa membuat rambut mengalami kerontokan berlebih.

Bukan hanya menggunakan pengering rambut, catokan yang digunakan untuk menata rambut juga berperan membuat rambut mengalami kerontokan. Terutama jika suhu yang digunakan dalam mengeringkan rambut atau menata rambut adalah suhu yang tinggi. Karena dengan menggunakan bantuan alat-alat ini bisa membuat kelembaban alami pada rambut bisa berkurang kandungannya. Tak jarang membuat bercabang dan patah patah.

Kerusakan yang dialami rambut jika menggunakan alat-alat ini tidak hanya rontok, kering dan bercabang juga turut dirasakan. Bahkan beberapa orang mengalami rambut yang sulit untuk bertumbuh kembali. Untuk itu jika anda ingin rambut kembali sehat maka kurangi penggunaan alat pengering atau catokan ini. Jika memang sangat membutuhkan bisa menggunakan produk styling rambut untuk melindungi rambut anda.

BACA:  10 Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut Agar Lebih Sehat

Misalnya penggunaan vitamin atau kondisioner agar kelembaban pada rambut tetap terjaga. Ada baiknya juga untuk anda mengatur waktu keramas yang tepat sehingga rambut kering secara alami. Terutama jika anda merupakan perempuan aktif yang harus memiliki rambut yang selalu terjaga. Akan lebih baik jika bangun lebih awal untuk keramas dari pada memperburuk kondisi rambut dengan menggunakan hair dryer jika tidak urgent.

Selain sering menggunakan hair dryer terlalu sering menggunakan pewarna rambut juga bisa membuat rambut rontok yang berlebihan. Pewarna rambut memiliki kandungan bahan kimia yang pada saat pengaplikasian akan langsung bersentuhan dengan rambut. Dengan kata lain anda sedang menempelkan bahan bahan kimia pada rambut. Sehingga ada baiknya untuk mengurangi kegiatan ini atau memberi jeda beberapa saat hingga rambut siap diwarnai lagi.

5. Dikarenakan Stress

Stress

Image Credit: Myneworleans.com

Stress juga bisa pemicu terjadi kerontokan rambut yang berlebihan pada perempuan. Segala macam hal yang berkaitan dengan trauma fisik dari stress berat, setelah melahirkan, penurunan berat badan hingga penyakit membuat rambut bisa mengalami kerontokkan yang jumlahnya berlebihan. Hal inilah yang membuat jika terlalu stress bisa menjadi pemicu adanya kerontokkan berlebih pada rambut anda, mengingat semua berawal dari pikiran.

Untuk mengatasi kerontokkan akibat stress maka dengan menghindari hal hal yang bisa membuat anda stress. Anda bisa melakukan kegiatan meditasi maupun yoga agar anda terus bisa berfikir posisif. Dengan melakukan kegiatan ini anda akan merasakan efek tenang yang nantinya bisa membantu anda berfikir jernih. Bukan hanya itu, kualitas istirahat juga bisa menjadi solusi untuk menghilangkan stress dimana setiap hari butuh 7 hingga 8 jam istirahat.

Selain istirahat yang cukup memperbanyak konsumsi air putih dan makanan yang sehat juga menjadi solusi. Sehingga selain anda bisa mengurangi kerontokan berlebihan karena stres, juga bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Mengingat hanya karena stress saja bisa mempengaruhi berbagai hal yang ada pada tubuh anda. Sehingga selain menjaga kesehatan fisik juga harus menjaga kesehatan mental untuk menghindari hal hal yang seperti ini.

6. Kekurangan Gizi

Kekurangan Gizi

Image Credit: Malbekasi.com

Faktor yang membuat rambut juga mengalami kerontokkan berlebih adalah adanya gizi yang belum terpenuhi atau bisa dikatakan kekurangan gizi. Misalnya saja kekurangan protein yang menyebabkan rambut mengalami kerontokan. Hal ini bisa terjadi pada orang orang yang sedang melakukan diet dengan metode diet rendah protein. Protein merupakan zat utama yang membangun tubuh dan termasuk di dalamnya sel rambut.

Asupan protein yang terlalu sedikit akan memperlambat pertumbuhan rambut dan juga melemahkan struktur rambut. Jika anda merupakan seorang vegan, kebutuhan akan protein harus tetap dipenuhi dengan kacang kacangan, buah dan juga sayuran. Bukan hanya masalah diet yang mengurangi konsumsi protein, orang orang yang mengalami penurunan berat badan drastis juga bisa mengalami rambut rontok yang berlebihan.

Indikasi penurunan berat badan ini adalah turun berat badan 9kg atau bahkan lebih dari 9 kg. Bagi penderita gangguan makan juga memiliki peluang besar untuk mengalami kerontokan yang parah. Zat besi pada tubuh yang terbilang kurang juga bisa memicu rambut rontok. Sehingga harus mengetahui terlebih dahulu kondisi pada tubuh sebelum melakukan langkah untuk mengatasinya. Karena setiap orang selalu berada dalam kondisi yang berbeda beda.

BACA:  10 Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami yang Mudah Dilakukan

7. Kelebihan Vitamin A

Kelebihan Vitamin A

Image Credit: Honestdocs.id

Bukan hanya masalah kekurangan protein atau zat besi saja, ternyata kelebihan vitamin A juga bisa memicu adanya kerontokkan rambut yang parah. Memang apapun yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Umumnya hal ini terjadi pada mereka yang mengkonsumsi suplemen vitamin A. Jika anda mengalami hal ini maka langkah yang paling tepat adalah mengurangi asupan vitamin A hingga vitamin ini pada tubuh kembali normal.

8. Mengkonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Mengkonsumsi Obat-Obatan

Image Credit: Kompasiana.com

Obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh juga bisa membuat rambut menjadi rontok. Karena kandungan pada obat-obatan tertentu memang terkandang menimbulkan efek samping. Untuk itu ada baiknya tidak menggunakan atau konsumsi obat secara sembarangan. Lebih baik berkonsultasi dengan ahlinya sebelum mengkonsumsi obat sekalipun sudah diresepkan, terutama untuk efek samping obatan yang nanti dikonsumsi.

Bisa juga kita lihat bahwa perempuan yang sedang melakukan pengobatan tertentu juga berpotensi tinggi mengalami kerontokan. Contoh yang paling nyata terjadi pada mereka yang menjalani kemoterapi. Efek obat-obatan dosis keras yang masuk ke dalam tubuh bisa membuat rambut rontok secara berlebihan. Tak jarang mereka lebih memilih untuk mencukur habis rambutnya.

9. Pengaruh Hormon

Hormon

Image Credit: Hellosehat.com

Selain pasca melahirkan yang juga berkaitan dengan hormon, pengaruh hormon seperti DHT juga menyebabkan kerontokan. Biasanya akan dialami oleh wanita yang akan tiba pada masa pubertas maupun wanita menopouse. Dilansir dari berbagai sumber, hormon Dihidrotestoren bisa menyebabkan adanya kerontokan rambut baik pada wanita maupun pada pria. Hormon DHT merupakan bagian hormon androgen yang ada pada kelenjar folikel.

Pada perempuan, perubahan hormon androgen terjadi saat tumbuh dewasa menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan. Kerontokan juga bisa dialami oleh perempuan yang mengalami sindrom ovarium polikistik. Dimana hormon androgen yang akan diproduksi terlalu berlebihan. Sehingga membuat tubuh perempuan mengalami tumbuh rambut pada bagian tertentu namun rambut di kepala mengalami kerontokkan yang berlebih.

10. Mengidap Penyakit Tertentu

Mengidap Penyakit Tertentu

Image Credit: Alodokter.com

Penyakit yang didera seseorang juga menjadi faktor adanya kerontokan rambut yang berlebihan. Seperti misalnya pada penderita gangguan kelenjar tiroid dimana gangguan ini membuat kelenjar tiroid tidak mampu bekerja optimal. Padahal kelenjar ini akan memproduksi hormon yang berkaitan erat dengan metobolisme, perkembangan tubuh dan juga pertumbuhan. Dan gangguan ini memang berkaitan erat juga dengan hormon tubuh.

Ketika anda mengalaminya, anda harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan penanganan yang harus dilakukan. Dokter juga nantinya akan meresepkan obat yang khusus untuk hormon tiroid. Dengan obat ini maka bisa mengembalikan kadar hormon untuk berada di level normal. Penyakit selanjutnya yang bisa menyebabkan kerontokan rambut adalah anemia. Karena berkaitan dengan zat besi yang ada di dalam tubuh.

Dilansir dari berbagai sumber 1 dari 10 wanita yang berada dalam rentang usia 20 hingga 49 tahun mengalami anemia. Wanita yang sering mengalami perdarahan ketika menstruasi dengan hebat atau tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi maka akan mengalami anemia. Suplemen zat penambah darah bisa membantu untuk mengatasi anemia yang anda derita. Tidak cukup suplemen, menu yang bisa menambah zat besi juga sangat disarankan.

Itulah 10 penyebab rambut rontok dan cara mudah untuk mengatasinya. Kerontokkan pada rambut ternyata bisa disebabkan karena banyak hal. Dan setiap faktor juga harus dilakukan cara mengatasi yang berbeda. Belum lagi cara tersebut juga belum tentu sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Setiap orang memang memiliki tubuh yang berbeda dalam merespon meskipun kasusnya bisa saja serupa. Untuk itu alangkah baiknya jika berkonsultasi dengan ahlinya untuk membuat anda semakin yakin.