Tambal Gigi: Jenis, Prosedur, Biaya & Efek Samping

Tambal Gigi: Jenis, Prosedur, Biaya & Efek Samping

Tambal gigi menjadi pilihan utama bagi yang mengalami kerusakan pada gigi. Pada umumnya, langkah ini diambil karena pasien terganggu akan gigi berlubang, patah, atau kerusakan lain pada lapisan gigi. Tujuan utamanya yakni supaya tidak terjadi kerusakan lanjutan dan pembusukan yang terjadi akibat gigi berlubang.

Meskipun tidak bisa mengembalikan bentuk gigi seperti semula, setidaknya langkah ini bermanfaat untuk mengembalikan fungsi gigi. Seperti yang diketahui, banyak hal yang tidak nyaman ketika mengalami gangguan gigi. Apalagi pada saat mengonsumsi makanan, kemungkinan yang terjadi adalah nyeri gigi dan terselipnya sisa makanan yang dapat menjadikan bakteri menumpuk.

Perawatan ini juga dilakukan karena lebih aman dan biasanya diperlukan satu kali kunjungan ke dokter. Meskipun terkadang menimbulkan rasa sakit di awal, namun tetap saja menjadi pilihan daripada harus membiarkannya. Setelah menjalani penambalan pada area gigi, tidak disarankan menggunakan bagian tersebut untuk mengunyah makanan.

Jenis Tambal Gigi

Jenis Tambal Gigi
Image by Sohu.com

Jenis tambal gigi terbagi dari bahan yang digunakan untuk menambal. Bahan yang dimaksud bisa menghasilkan tambalan permanen dan sementara. Sebelum anda memutuskan menggunakan perawatan gigi, ada baiknya jika mengetahui jenisnya terlebih dahulu supaya bisa memilih sesuai kebutuhan.

1. Amalgam

Jenis pertama dari berbagai bahan campuran logam, diantaranya adalah timah, merkuri, perak, dan tembaga. Pada umumnya, jenis bahan ini digunakan untuk menambal gigi geraham bagian belakang. Tergolong awet karena bisa bertahan hingga 10 tahun ke depan.

Meski demikian, sebagian dokter tidak menganjurkan pemakaian jenis tambal gigi ini karena mengandung merkuri. Dikarenakan risikonya lebih besar dari manfaat yang didapatkan, saat ini cukup sulit menemukan dokter yang berani menambal gigi dengan bahan ini, bahkan mungkin tidak ada.

2. Logam dan Porselen

Bukan tanpa alasan kenapa Amalgam tidak lagi digunakan, karena banyak ditemui bahan lain yang tergolong aman. Salah satunya adalah campuran logam dan porselen. Bahan ini dikatakan cukup aman tanpa menimbulkan efek samping buruk bagi tubuh dalam jangka waktu lama.

Bahan tersebut bahkan bisa digunakan untuk semua jenis gigi dan perawatannya. Pada umumya digunakan untuk gigi implan, veneer gigi, behel gigi, dan tentunya untuk menambal gigi. Untuk harganya dikatakan cukup mahal, namun bisa bertahan lama hingga 7 tahun setelah pemakaian.

3. Resin Komposit

Berikutnya ada resin komposit yang juga merupakan salah satu jenis tambal gigi yang aman. Terbuat dari campuran bahan plastik dan kaca halus yang nantinya menggunakan alat light cure untuk pemasangannya. Alat tersebut digunakan untuk menekan bahan supaya nantinya lebih padat dan bisa menyatu dengan gigi.

BACA:  6 Salep Kurap yang Ampuh & Mudah Ditemukan di Apotik

Kelebihan utama dari resin komposit yakni warnanya yang mirip dengan gigi, sehingga terkesan tidak menggunakan tambalan. Waktu bertahannya juga cukup lama, sekitar 5 tahun normalnya. Sayangnya, butuh dana lebih ketika anda memutuskan menggunakan jenis ini karena tergolong mahal.

Emas Kuning
Image by Aprendum.cl

4. Emas Kuning

Pernahkah anda melihat seseoang dengan gigi kuning di beberapa bagiannya? Perlu diketahui, warna kuning tersebut bukan berasal dari kotoran, melainkan hasil dari tambal gigi. Bahan yang digunakan yaitu emas kuning sehinga menghasilkan warna yang dimaksud. Namun bukan emas murni yang digunakan, melainkan campuran dengan bahan logam lainnya.

Seringkali menjadi pilihan karena termasuk kuat dan tahan lama, bahkan bisa mencapai 15 tahun. Bahan tersebut juga tidak menimbulkan korosi seperti bahan logam lainnya. Manfaat lain yang didapatkan yakni dari tekstur nya yang keras sehingga mampu mengunyah makanan keras sekalipun. Sayangnya, harganya bisa berkali lipat dari jenis tambal gigi lainnya.

5. Semen Ionomer Kaca

Semen ionomer kaca pada umumya menjadi pilihan utama untuk lubang gigi yang terjadi pada anak-anak. Jenis bahan ini berupa bubuk yang nantinya bisa menempel langsung pada permukaan gigi. Kelebihannya dari kandungan fluoride yang dikeluarkan sehingga bisa menjaga kesehatan gigi di kemudian hari, mirip dengan gigi asli.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada kekurangannya. Bahan ini tidak cukup bertahan lama sehingga harus di ganti untuk periode waktu tertentu. Penggunaan jenis tambal gigi ini biasanya dilakukan sementara, namun untuk harganya tergolong murah jika dibandingkan dengan bahan lain yang telah disebutkan.

Prosedur Tambal Gigi

Prosedur Tambal Gigi
Image by Dentalset.blogspot.com

Proses penambalan gigi hanya bisa dilakukan oleh ahlinya atau mereka yang profesional. Namun demi keamanan, sebaiknya anda melakukannya di klinik atau rumah sakit yang memiliki dokter ahli. Untuk prosedurnya kebanyakan berbeda, tergantung dari kondisi gigi saat itu.

Namun pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih untuk mengetahui seberapa para kerusakan pada gigi. Tidak sedikit akan dilakukan rontgen demi mengetahui kondisi pasti yang dialami pasien. Ketika sudah mendapatkan posisi pasti, dokter baisanya memberikan anestesi atau obat bius lokal.

Tujuannya adalah untuk mematikan rasa sakit yang kemungkinan besar terjadi. Namun tidak semua pasien akan dilakukan tindakan ini, hanya pada saat posisi gigi yang ditambal pada bagian yang terasa sakit. Bagian yang sering terasa sakit ketika gigi berlubang yakni dekat pulpa atau gusi.

Prosedur tambal gigi selanjutnya yakni membuang bagian gigi yang telah membusuk. Pada proses ini biasanya dilakukan pengeboran pada bagian gigi yang dimaksud. Alat yang digunakan berupa bor khusus dan steril sehingga aman. Proses ini juga berfungsi untuk memberikan ruang pada bahan tambalan yang digunakan.

BACA:  10 Rekomendasi Salep untuk Bisul Terbaik yang Mudah Ditemukan

Setelah semua persiapan selesai, berikutnya yakni proses penambalan. Sebagai contoh ketika anda memilih bahan resin komposit, maka sebelumnya diberikan gel fosfat yang berfungsi untuk mengencangkan gigi. Selain itu, proses tersebut juga berfungsi untuk melekatkan bahan pada gigi yang ditambal.

Jika dirasa tambalan sudah sempurna, masih ada lagi prosedur tambal gigi yang harus dilakukan, yakni melapisi bahan tambalan tersebut. Fungsinya supaya tidak terlihat menggunakan tambalan dengan cara memolesnya sehingga mirip anatomi gigi asli. Manfaat lain dari pemolesan tersebut yaitu supaya tidak nyeri ketika digunakan untuk mengunyah.

Biaya Tambal Gigi

Biaya Tambal Gigi
Image by Clinica-opora.ru

Jika dilihat dari bahan yang digunakan, biaya tambal gigi tentunya tergantung dari pilihan bahan yang dimaksud. Faktor lain yang membedakan besaran biaya yang dibutuhkan yakni kondisi gigi. Semakin parah kerusakan atau lubangnya, semakin besar biaya yang dibutuhkan untuk menambal.

Tindakan lain juga mempengaruhi biaya, misalnya dibutuhkan rontgen atau bius lokal. Namun pada umumnya, harga paling murah masih kisaran 200.000 ribu rupiah dengan bahan yang tidak terlalu awet, seperti semen ionomer kaca. Harga tersebut berlaku untuk satu gigi, jadi tinggal hitung kelipatan nya jika anda memiliki gigi berlubang lebih dari satu.

Beberapa kasus gigi berlubang membutuhkan biaya 400.000 hingga 700.000 jika kondisinya parah. Harga tersebut juga termasuk biaya penanganan seperti rontgen dan bius lokal. Bahkan sangat memungkinkan biaya yang dibutuhkan hingga 1 juta rupiah jika memang kondisi gigi termasuk parah.

Efek Samping Tambal Gigi

Image by Tribunnews.com

Meskipun memiliki banyak manfaat, efek samping tambal gigi juga patut diperhatikan. Namun sebenamya tidak banyak dan bisa diantisipasi ketika anda bisa menjaga kesehatan gigi dan merawat gigi setelah proses penambalan.

✦ Mengakibatkan Gigi sensitif

Banyak pasien yang mengeluhkan gigi sensitif setelah ditambal. Hal ini cukup wajar karena pada lubang gigi bertemu dengan bahan lainnya yang digunakan untuk menambal. Namun jika keluhan masih dirasakan dalam waktu 2 -3 minggu, ada baiknya jika anda pergi ke dokter. Mungkin ada prosedur yang kurang tepat atau bahan yang digunakan tidak cocok.

Pada sebagian kasus, dokter memberikan obat nyeri untuk sementara waktu. Meskipun jarang terjadi dalam waktu lama, setidaknya anda bisa mengetahui kapan harus pergi ke dokter dan kapan harus menahannya untuk sementara waktu.

✦ Terjadinya Infeksi

Efek samping tambal gigi yang mengakibatkan infeksi memang jarang terjadi. Akan tetapi buka berarti tidak mungkin, karena masih ada risiko terjadinya hal tersebut. Jika tambalan tidak sempurna sehingga mengakibatkan lepas, maka akan menciptakan lubang kecil yang kemungkinan menjadi sarang bakteri.

BACA:  15 Cara Menghilangkan Bau Mulut dengan Bahan Alami

Di sinilah risiko infeksi bisa terjadi, dimana bakteri mudah berkembang biak dalam kondisi tersebut. Apalagi jika lubang pada gigi sudah membusuk, bisa jadi mengakibatkan infeksi lebih parah. Apabila anda merasakan gejala demam disertai nyeri pada gigi atau gusi, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

✦ Nyeri Gigi

Risiko yang sering terjadi ketika menambal gigi yaitu terasa nyeri. Hampir setiap orang merasakan efek samping tambal gigi ini karena bahan logam yang bersentuhan dengan gigi. Posisi lubang pada gigi semakin memperbesar risiko, misalnya lubang terjadi dekat dengan akar gigi.

Jika menang kondisi yang dialami demikian, maka seharusnya mendapatkan terapi atau perawatan akar gigi terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk meminimalisir resiko terjadinya nyeri setelah prosedur penambalan gigi.

Image by Sehatq.com

✦ Kerusakan Gigi

Bahan yang digunakan untuk menambal gigi mengakibatkan risiko kerusakan gigi. Pada umumnya, bahan yang digunakan lebih kuat daripada gigi asli. Kondisi ini semakin parah jika anda menggunakan gigi yang telah ditambal untuk menggigit sesuatu yang keras. Bisa jadi gigi tersebut mengalami benturan yang mengakibatkan kerusakan pada seluruh bagian.

✦ Tambalan Gigi Aus

Apapun bahan yang digunakan untuk menambal gigi, nyatanya tidak bisa permanen bukan? Terkadang terjadi aus pada tambalan tersebut sehingga menyebabkan gangguan lainnya. Kondisi ini sebagian besar dialami bagi mereka yang sudah lama menggunakan tambalan gigi dengan jangka waktu melebihi daya tahan bahan yang digunakan.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan tambal gigi aus yakni karena digunakan untuk menggigit dan mengunyah terus menerus. Oleh sebab itulah setiap dokter gigi tidak menyarankan menggunakan bagian gigi yang ditambal untuk mengunyah. Efek samping ini pada umumnya menimbulkan gejala lain seperti nyeri pada gigi.

Apabila anda merasakan sebagian tambalan ada yang tajam atau terdapat celah, segera konsultasi dengan dokter. Kemungkinan gigi aus cukup terasa perbedaannya jika dibandingkan pertama kali anda menambal gigi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera menemui dokter.

Jika pada akhirnya dokter menemukan kelainan pada tambalan tersebut, maka diperlukan tindakan lain untuk mengatasinya. Pada umumnya, tindakan yang dimaksud yakni dengan menambal ulang supaya memberikan hasil lebih kuat dan maksimal.

Prosedur tambal gigi yang tepat dapat meminimalisir risiko terjadinya efek samping yang telah disebutkan. Maka dari itu, pastikan anda mendatangi klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan profesional. Namun sebelumnya, pastikan bahwa harga yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan anda. Karena tidak menutup kemungkinan setiap klinik atau rumah sait menawarkan harga yang berbeda untuk proses yang sama.